Posted by: iyok736 | 27 March 2008

Perjalanan menembus awan Gunung Sumbing

Liburan 4 hari, harus diisi dengan sesuatu yang menyenangkan. Jadilah rencana jalan-jalan ke Wonosobo-Magelang. Tempat yang disinggahi adalah Gunung Sumbing dan Sungai Elo, serta beberapa tempat singgah untuk menginap.
Satu hal yang membuat mata saya kembali terpana, adalah hamparan hijau tanaman padi, semerbak bau tanah pedesaan yang kurindukan, hembusan semilir sejuknya angin pedesaan, dan ramahnya suasana pedesaan. Sungguh sesuatu hal yang sangat membuat rindu siapapun.
Perjalanan dimulai pada hari Kamis sore, 20 Maret 2008, setelah pagi harinya ikut umpel-umpelan ngantri tiket ke Wonosobo. Akhirnya dapatlah tiket Bis Sinar Jaya kelas bisnis seharga Rp. 65.000,00. Rombongan saya adalah Nurhaeni “Pitik” 768 sebagai ketua Tim, sedangkan anggota tim adalah saya sendiri 736, Bustanul “Butho” 757, Anggi “Gobog” 787, Daris “Dosko” 802, dan Non-Stapala Yudho dari DJP.
Perjalanan dimulai jam 14.00 ke Lebak Bulus dengan nyarter D09 dari Kampus STAN Bintaro, biaya Rp. 35.000,00. Nih pict-nya waktu kami nunggu angkot yang mau di-carter:

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya kami memutuskan masuk aja ke angkot yang lumayan kosong, kemudian dibajak untuk sampai ke Lebak Bulus, hahahahaha. Seruu… Apalagi abang sopirnya ga mau ditawar Rp 30.000

Di sepanjang jalan pun terjadi transaksi untuk bea perjalanan ke Wonosobo. Tempat singgah yang hendak dituju. Dan beberapa hal kecil lainnya, seperti ngecengin pak Dosko…hahahahaha.

Sesampainya di Lbk Bulus, langsung kami mencari loket tiket bis, karena tiket kami ternyata tidak dicantumkan nopol kendaraan, kan jadi bingung…

Ini waktu di Lbk Bulus


Ktika nyampe di Terminal Wonosobo jam 5.00, masih sempet buat Sholat subuh. Trus lanjut ke base camp Sumbing. Kek gini nih basecampnya, bersih banget, ada 4 WC dan 3 KM.

inilah sang ketua Tim di depan base camp

setelah istirahat dan sholat Jumat di desa terakhir, kami bersiap berangkat;

Smua make raincoat, tak terkecuali sang fotografer sendiri karena hujan mengguyur sejak siang sampai berangkatpun masih hujan

Perjalanan pun dimulai…akankah kawanan pemuda tampan ini berhasil mencapai puncak Gunung Sumbing?? Nantikan kisah selanjutnya….


Responses

  1. Wonosobo emang keren kok, hehe

  2. diatas si kiki yak…??

    yok tolong ganti link blogku…
    yang itu udah dikubur….

    sedang membuka lembaran baru…

  3. @BetterBeStrong
    He eh, baru sekali itu lewat dan menikmati Wonosobo. Padahal rencananya mo lanjut ke Dieng, tp waktu tidak memungkinkan. Mungkin lain waktu…

    @Musafir Kecil
    Linkmu iya mo kuganti, lupa terus bos, kan ngeblog klo ada waktu thok, paling cuman posting-posting doank. Mbikinnya seh di word biasa. Copas gitu…

  4. naik dari jalur mana mas??

    saia juga dulu pernah naik Sumbing dari Desa Cepit turun di Garunk..puncaknya indah banget, bisa ngeliat 6 puncak gunung lainnya!

    # ya, saya juga dari tempat yang sama, mungkin fotonya bakal saya upload nanti. Pas pagi hari, sambil sarapan, kami disuguhi pemandangan ciamik di Peken Setan, sambil disiram hangatnya mentari pagi tentunya. Betapa nikmatnya, setelah semalem dihantam badai…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: