Posted by: iyok736 | 2 June 2008

Rp 100 Juta Disebar Lewat Udara!!

Tanggal 31 Mei 2008, terjadi sesuatu yang menghebohkan!! Seorang Indonesia bernama Tung Dasem Waringin, seorang motivator, menyebarkan uang total 100 juta rupiah lewat udara di kawasan Serang. Uang yang disebarkan berbentuk uang kertas Rp1.000,00 dan tiket gratis seminar 3 hari (bernilai @ 3 jutaan).

Acara sebar uang ini dalam rangka launching buku “Marketing Revolution” yang merupakan perumpamaan dari strategi marketing. Tung ingin menunjukkan banyak promosi yang sia-sia untuk mempromosikan produknya.

Acara yang sedianya berlokasi di Parkir Timur Senayan tanggal 1 Juni 2008 jam 8.30 dialihkan ke kawasan Serang, Banten karena tidak mendapatkan ijin dari pihak keamanan. Dan benar apa yang terjadi…

Dari detik TV saya saksikan betapa ratusan (mungkin ribuan) beramai-ramai berebut uang tersebut, beberapa orang sampai pingsan. Tidak terbayangkan dalam benak saya kalau acara sebar duit itu beneran diadakan di lapangan parkir timur senayan. Pastilah terjadi kemacetan luar biasa, kericuhan yang tidak terkendali, dan pasti beberapa puluh kejadian negatif lainnya.

Yeap, ini adalah salah satu gambaran nyata betapa manusia memang memiliki mind setting “kalau gratisan, kenapa enggak…” Sebuah mind setting yang semakin diperparah dengan adanya ajang pencarian bakat di media. Betapa kita lihat sekarang, acara-acara pencarian bakat (artis, entah apapun itu) semakin “galak” di TV. Dan yang terjadi adalah, jutaan pirsawan pun teracuni kata “menjadi idola Indonesia”

Sebuah doktrin yang berbahaya dari media. Memanfaatkan banyaknya manusia yang lebih memilih cara singkat untuk maju. Pernahkah berpikir kalau semakin tinggi kita naik maka semakin sakit pula kalau jatuh?? Akan sangat berbeda hasilnya ketika seseorang setapak demi setapak menanjak karir, sedikit demi sedikit menata pondasinya untuk melangkah maju dengan seseorang yang melesat tajam naik tanpa diimbangi dengan penataan pondasi untuk maju. Ketika dua individu ini jatuh bersamaan, maka yang paling sakit adalah yang tidak memiliki pondasi. Dan yang bisa segera bangkit lagi adalah dia yang sudah menata hidupnya dari awal. Individu satunya?? Bisa jadi dia teronggok begitu saja dan susah untuk bangkit. Untuk bangkit pastilah membutuhkan waktu dan mental yang cukup…

Namun…kembali lagi, hidup ini adalah pilihan. Jutaan jalan di depan kita terbuka lebar untuk dipilih. Namun harus diingat temans…setiap pilihan memiliki risiko masing-masing. Harus berani menerima risiko tersebut ketika sudah memutuskan satu jalan.

Orang yang tidak berani mengambil risiko bisa dibilang “nothing“…hanyalah daging yang berjalan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: