Posted by: iyok736 | 16 June 2008

Prajurit yang Bodoh


Nhah, kumpulan cerpen yang ini bisa masuk kategori “sepemakan sirih”. Kata Ibunda Guru Bahasa Indonesia saya, karya “sepemakan sirih” merupakan karya sastra yang merupakan awal mula cerpen jaman sekarang. Karya yang singkat yang habis dibaca selama orang makan sirih. Karya Sobron Aidit ini salah satu contohnya, bisa habis dibaca sekitar 15 menit percerita.
Sobron Aidit menulis tentang bermacam-macam karakter anggota PKI dalam kehidupan sehari-hari. Ada cerita tentang dokter lulusan luar negeri yang kembali ke tanah air dan merasa risih karena tinggal di gang kumuh bersama barisan revolusioner dan akhirnya keluarganyalah yang terasing dan dijuluki keluarga aneh. Ada pula cerita tentang nelayan miskin namun baik hati yang berhasil membangun desanya setelah ikut barisan tani. Ada cerita tentang seorang kader partai yang munafik. Ada cerita tentang seorang perempuan mantan pemimpin sebuah kolektif yang selalu berusaha tampil kritis tetapi lama-lama jadi nyinyir. Ada cerita tentang bagaimana sulitnya mendapat KTP baru bertandakan ‘Bebas dari G/30S/PKI’, dan cerita-cerita lainnya yang pada masa Orde Baru tidak mungkin diceritakan. Dengan kata lain, dalam cerpen ini Sobron mau bilang; PKI juga manusia…

Nilai yang saya petik pribadi sih, ada beberapa. Tp yang mau saya pers release disini (halah) adalah betapa isu-isu di Indonesia sebenarnya sama saja sejak dahulu sebelum revolusi, sebelum reformasi, dan setelah reformasi. Hanya saja kemasan-nya lain. Bagi teman-teman yang pernah nonton film “Gie” tentang kisah Soe Hok Gie, atau membaca Catatan Seorang Demonstran karya Gie, mungkin akan paham karya dari Sobron Aidit ini, dan bisa tersenyum kecut karena mengetahui kenyataan yang ada sekarang ini di Indonesia.

Sekali lagi saya tanya…

Apakah Indonesia Bisa Berubah??? Apakah Kita Mau Indonesia Berubah Menjadi Lebih Baik???

Saya pribadi akan menjawab lantang, “YAAAA…!!!” Dan tidak hanya berupa jawaban belaka, dan bukan omong doank. Mari kita lakukan perubahan itu!!! Kita mulai dari yang paling kecil, yaitu diri kita sendiri dan mulai saat ini juga!!!

Untuk diketahui, Sobron Aidit meninggal hari Sabtu tanggal 10 Februari 2007

(thanxx to bukukita)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: