Posted by: iyok736 | 17 July 2008

Bahaya Memboncengkan Anak

Sungguh tidak tahan rasanya menuliskan postingan ini. Mencuri-curi waktu di sela-sela kesibukan (halah)

Mengingat kejadian beberapa minggu yang silam ketika berkuda besi pulang kantor. Di jalan MH. Tamrin saya didahului sebuah motor (padahal kecepatan saya waktu itu lumayan). Ketika sampai di lampu merah BI, saya perhatikan bapak itu karena dia mengendarai motor dengan satu tangan. Dan…astaghfirullah… Ternyata tangan satunya memegang anaknya yang masih batita di depan karena terlelap. Wow…betapa hebatnya bapak itu. Berjudi dengan keselamatan sang buah hati.

Kejadian berikutnya adalah (seriiing banget) bapak-bapak yang memboncengkan anaknya di depan, kebanyakan anak-anak itu tidak mengenakan jaket tebal dan helm!!! Betapa hebatnya orang tua-orang tua itu.

Memang sih kebanyakan anak-anak seneng kalau dibonceng di depan. Tapi orang tuanya seharusnya sadar, bahwa ada aturan-aturan tertentu jika memboncengkan anaknya di depan.

1. Jangan mengemudikan dengan kecepatan tinggi.

Dengan memboncengkan anak di depan di atas kendaraan yang melaju kencang berarti memfungsikan anak menjadi penahan angin. Anak mungkin senang-senang saja, tapi yang terjadi kemudian tentunya akan gawat. Kita akan susah mengontrol laju motor dalam keadaan kencang jika terjadi suatu insiden. Janganlah kita egois di jalanan. Mengalah sajalah demi keselamatan keluarga. Saya sempat membaca di blog seorang teman yang juga sependapat di sini. Ingat, Safety first!!!

2. Jangan lupa memakaikan jaket, masker, dan helm (peralatan standar)

Jangan berjudi dengan keselamatan anak-anak. Meskipun kita berhati-hati di jalanan, tetapi kita tidak bisa menjamin orang lain akan berbuat serupa. Keselamatan anak-anak kita di jalan adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain, bukan tanggung jawab orang lewat. Sebaiknya melakukan pencegahan toh?

3. Sebaiknya dipasangkan gendongan yang melekat langsung dengan yang memboncengkan

Hal ini mencegah anak-anak untuk tergelincir atau jatuh

4. Lebih baik lagi jika anak dilengkapi dengan rompi anti angin

Namun akan lebih baik lagi jika kita memboncengkan anak-anak di belakang, karena akan lebih baik untuk kesehatan anak-anak. Betapa udara di jalanan itu sangat kotor teman. Bahkan kalau kita tidak menggunakan masker pun akan berpengaruh ke kesehatan kita. Anak-anak akan cenderung berkicau jika bepergian. Seandainya dia dibonceng di depan tanpa safety di atas, betapa udara kotor itu akan dengan bebasnya masuk ke mulut dan saluran napas anak-anak.

Pasanglah dudukan khusus untuk anak-anak yang knock down di belakang supaya membuat anak-anak lebih safety dan nyaman dibonceng. Mungkin dudukan tersebut susah dicari di toko kecuali kita memesan khusus. Namun sebenarnya ada dudukan alami yang akan membuat anak-anak kita nyaman, yaitu ibu mereka yang tentunya kita bonceng juga untuk menjaga si kecil, hehehehe.

Namun jika tidak membawa dudukan alami maupun buatan, Anda bisa menggunakan tali gendongan. Cupu memang, tapi tidak ada salahnya toh demi keselamatan? Tali gendongan juga bisa dibuat sendiri lebih modis dan trendi. Tinggal memadukan tali webbing dengan kain yang cukup tebal dan dijahit dengan benang nilon yang kuat. Seperti layaknya harnes dalam panjat tebing. Mungkin bisa dikreasi sendiri modelnya, atau gambar di bawah ini dikembangkan sendiri.

atau yang seperti ini…

Tinggal mencantolkan tuh ke badan sang pembonceng, insya Allah bermanfaat demi keselamatan…. Makenya seperti ini neh…


Responses

  1. Sy prnh ngalamin balita sy terkantuk2 di jok belakang! Lgs sy setop dan oper duduk di depan.Daripada daripada..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: