Posted by: iyok736 | 2 August 2011

Gempol Pleret Pelepas Dahaga

Dalam posting sebelumnya saya menyebutkan sebuah menu khas Solo, yaitu Gempol Pleret. Selidik punya selidik, ternyata minuman ini sudah jarang ditemui di Solo. Minuman yang hampir mirip cara penyajiannya dengan cendol atau dawet ini sebenarnya rasanya nikmat dan menyegarkan. Entah mengapa semakin jarang dipasarkan. Tergelitik jari untuk mengupas tentang Gempol Pleret.

Gempol pleret terdiri atas tiga unsur utama: gempol, pleret, dan kuah. Gempol adalah sebutan untuk bulatan-bulatan putih terbuat dari meniran (pecahan bulir padi). Selain itu ada pleret, yang terbuat dari adonan tepung ketan dan sedikit gula jawa. Dan kuahnya sendiri adalah kuah santan, ada yang disajikan dengan rasa kuah manis, dan ada yang disajikan dengan kuah berasa agak gurih. Yang unik dari minuman ini adalah gempol dan pleretnya. Keduanya berasa dari bahan yang sama yaitu tepung beras, namun berbentuk dan berasa beda. Gempol berbentuk bundar, berwarna putih, dan agak kasar serta rasanya agak gurih. Sedangkan pleret berbentuk tipis panjang seperti kulit, berwarna cokelat muda dan teksturnya lembut, dan rasanya manis. Hal ini mungkin memiliki makna tersendiri yang saya belum tahu. Mungkin artinya gurih dapat dipadukan dengan manis, atau kasar dengan lembut, atau putih dengan cokelat. Entahlah…

Jika ingin merasakan kembali nikmatnya gempol pleret namun susah untuk ditemukan, mari kita buat sendiri.

Bahan:

500 gr tepung beras
1 sdt pasta pandan
250 gr tepung ketan
800 ml santan kental dari 1 butir kelapa
250 gr gula merah
300 ml air pandan
Garam secukupnya
Daun pisang secukupnya

Cara membuat :

Gempol : campur tepung beras, sedikit air pandan, santan dan sedikit garam. Kukus selama 1 jam, angkat. Setelah agak dingin, ambil sedikit adonan tepung beras, bentuk bulat seukuran buah duku, kukus kembali sekitar 1 jam. Angkat, tiriskan

Pleret : campur tepung ketan, sedikit gula merah, garam dan sisa air pandan, aduk rata. Tuang adonan tipis-tipis diatas daun pisang, kukus 1 jam

Rebus sisa santan kental bersama garam hingga mendidih sambil diaduk agar tidak pecah. Cairkan sisa gula merah hingga mendidih. Saring

Penyajian : siapkan gelas saji, masukkan gempol, pleret, santan kental, gula jawa dan es batu. Sajikan dingin.

Ada juga yang menyajikan dengan sirup, dan ada juga yang menambahkan dengan bahan lain seperti buah nangka, dsb. Itu selera. Namun gempol yang tepat menurut saya dibuat seperti cara di atas. Okay…selamat mencoba atau selamat merayu istri Anda untuk mencoba, hihihihi….

Terima kasih untuk gambarnya dan cara membuatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: