Posted by: iyok736 | 3 August 2011

Gazelle Idaman

Sepeda Onthel atau juga terkadang disebut sebagai sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal adalah sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai tahun 1970-an. Berbagai macam merek sepeda onthel dari berbagai negara beredar di pasar Indonesia. Pada segmen premium terdapat misalnya merek Fongers, Gazelle dan Sunbeam. Kemudian pada segmen di bawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal antara lain seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips dan NSU.

Kemudian pada tahun 1970-an keberadaan sepeda onthel mulai digeser oleh sepeda jengki yang berukuran lebih kompak baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya dan tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. Waktu itu sepeda jengki yang cukup populer adalah merek Phoenix dari China. Selanjutnya, Sepeda jengki pada tahun 1980-an juga mulai tergeser oleh sepeda MTB sampai sekarang.

Sepeda Onthel kemudian pada tahun 1970-an secara perlahan lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan dibanding diperkotaan. Namun pada akhirnya karena usia dan kelangkaan, sepeda onthel telah berubah menjadi barang antik dan unik. Mulailah situasi berbalik, sepeda onthel yang dulunya terbuang, sekarang pada tahun 2000-an justru diburu kembali oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pejabat. Orang Jawa mengatakan inilah “wolak-waliking jaman”.

Keranjingan masyarakat terhadap sepeda onthel adalah tepat bersamaan dengan berkembangnya ancaman global warming. Bisa jadi ketika, BBM semakin mahal dan polusi udara semakin tidak terkendali, komunitas sepeda onthel akan menjadi salah satu garda terdepan untuk mensosialisasikan kembali pentingnya naik sepeda.

Sumber: di sini

Artikel di atas mengingatkan kembali pada mantan sepeda ayah saya. Sepeda yang setiap pagi rutin mengantarkan kami sewaktu mengenyam pendidikan SD, menemani beliau ke sawah tiap hari, dan transportasi favorit sewaktu mengunjungi para kerabat.

Dalam perjalanan jauh, ayah saya selalu mengikat kaki ke bawah sadel untuk menghindari kecelakaan, karena seringnya kaki-kaki mungil anak2 masuk ke jari-jari sepeda. Hal ini berlanjut sampai dirasa saya sudah lebih besar which is kelas 2 SD. Aman memang, tapi begitu sampai di lokasi kaki selalu kesemutan.

Beberapa waktu yang lalu sewaktu saya berkeliling di imogiri saya menemukan kembali sepeda yang mirip dengan punya beliau. Satu-satunya sepeda ontel yang saya idamkan. Dua kali putaran di jalan itu untuk memastikan bahwa itu adalah sepeda idaman saya. Sebuah sepeda bermerk Gazelle khas dengan patung gazelle kecil di ujung spakbor depan. Rem tangan tanpa kabel, dan sadel kulitnya yang khas. Berwarna hitam kusam dengan chain protector hanya di bagian atas (tidak full). Semoga doku mencukupi untuk menjemputnya kelak…

Thanx for the pict in here


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: