Posted by: iyok736 | 4 August 2011

Kisah Dua Ekor Kambing

Dua ekor kambing jantan berjalan dengan gagahnya di sebuah pegunungan yang curam. Mereka terpisah sebuah jurang yang sangat dalam dengan dasar sebuah sungai yang mengalir sangat deras. Kedua ekor kambing itu hendak menyeberangi jurang untuk pulang ke rumah masing-masing. Saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan keduanya tiba di tepi jurang. Sebuah pohon yang lama tumbang, telah dijadikan warga satwa di sekitar sebagai jembatan untuk menyeberangi jurang tersebut. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor kambing tersebut tanpa terjatuh. Jembatan yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan. Tetapi kedua kambing tersebut tidak merasa ketakutan. Rasa sombong dan harga diri mereka telah mematikan rasa takut yang muncul. Masing-masing kambing tersebut tidak mau mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya.

Saat salah satu kambing menapakkan kakinya ke jembatan itu, kambing yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling mendorong dengan tanduk mereka. Tanduk-tanduk mereka pun beradu. Tidak ada yang mau mengalah!! Salah satu kambing kemudian mengambil ancang-ancang untuk menanduk lebih keras. Akibat tandukan tersebut, kambing satunya terdorong ke belakang. Karena merasa tersaingi, kambing yang terdorong tersebut mengambil ancang-ancang untuk membalas. Namun lawannya juga sudah mengambil ancang-ancang.

Dash!!! Suara tanduk beradu sangat keras. Mereka imbang!!

Kembali kedua kambing itu mengambil ancang-ancang dan menanduk lebih keras. Jembatan kecil itu pun bergoyang-goyang dan semakin melengkung karena hentakan kedua kambing. Semakin keras kedua kambing itu menanduk, goyangan jembatan semakin kencang.

Kesombongan kedua kambing itu telah mematikan kewaspadaannya. Sehingga ketika suara jembatan yang hendak patah pun tidak mereka hiraukan. Akhirnya pada tandukan yang ketiga jembatan tersebut patah tepat ditengah-tengah, sehingga kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.

Kesombongan hanya berujung pada keras kepala. Lebih baik mengalah daripada mengalami nasib sial karena keras kepala.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: