Oleh: iyok736 | September 10, 2009

Kreativitas Manusia sebagai Makhluk Berakal

Aaa…apa kabar ssmua-mua???

Sudah sekian lama rasanya saya menulis di blog ini. Rindu rasanya mengolah kata-kata lagi. Meskipun mungkin kalimat yang tersusun tidak sesuai dengan aturan baku EYD (Ejaan yang Disempurnakan), tapi bolehlah saya sekedar menulis. Boleh ya?? Boleh dong…

Baru-baru ini saya tertarik untuk membaca forum (yang katanya) terbesar di Indonesia, Kaskus, karena pengaruh dahsyat dari para pegawai baru di kantor yang hampir tiap waktu sela digunakan untuk membuka situs/forum tersebut. Ternyata bagus juga, selain menambah wawasan, juga mengetahui gosip-gosip yang terlewatkan (yang pasti bukan gosip entertainment sampah itu -maaf-).

Dari hasil melihat-lihat itu saya membaca beberapa artikel terkait dengan mundurnya (menghilangnya) Prisa Adinda, gitaris muda nan cantik menurut saya, hehehe. Ketika saya mencari videonya di Youtube, saya menemukan video-video yang tidak kalah menarik. Tapi terlepas dari itu semua, saya hanya ingin menyatakan, Indonesia memiliki gitaris berbakat semacam dia. Dan kagumnya, ada link terkait dengan video itu yang menampilkan seorang anak kecil, mungkin Korean, yang tidak kalah kerennya ketika memainkan gitar.

Silakan deh dilihat…

Dan Prisa Adinda mampu pula memainkannya,

Ketika Andy McKee memainkan Rylynn, seorang anak kecil juga mampu memainkannya…waow…

Sungha Jung

Oleh: iyok736 | Februari 26, 2009

jantung pasti berdetak

tapak kaki berbaris rapi namun tak pasti
kadang lurus ke depan
kadang bergoyang ke kiri dan ke kanan
bahkan kadang memutar kembali ke awal
tapi tapak kaki itu terus bertambah banyak
tapak kaki itu terus bergerak

seiring dengan jantung yang terus berdetak
salahkah aku jika berkehendak??
salahkah aku jika terus bergerak??
salahkah aku jika senantiasa berontak??

inilah aku
dengan jantungku yang terus berdetak
meskipun kaki terkadang berderak
meskipun raga terkadang teriak
meskipun hati terkadang tersentak
meskipun nurani terkadang terkoyak

tapi inilah aku
dengan jantung yang berdetak
aku akan terus bergerak dan berteriak!!!

Oleh: iyok736 | Februari 4, 2009

Kisah di Lampu Merah

Di bawah ini adalah sebuah tulisan dari situs sebelah yang sering saya ikuti. Tulisan ini jelas sangat menggambarkan keadaan saya sebelum saya mengalaminya. Mengapa saya tulis ulang di sini? Hanyalah semata karena saya ingin menyampaikan pesan safety riding kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor, khususnya di Jakarta yang saya rasa semakin lama semakin parah tingkat kedisiplinannya.

Memang mungkin sering kendaraan di belakang saya memaki dan mengomel tiada karuan karena saya sudah menghentikan motor saya tanpa melewati garis batas ketika lampu rambu sudah berwarna kuning. Yah, semua makian dan omelan itu saya terima, pasti saya terima. Mungkin itu adalah konsekuensi dari keputusan yang sampai sekarang tetap saya pertahankan. Berikut adalah kisah Jack, yang sangat menohok saya…kembali.

=====<o>=====

LAMPU MERAH DAN KESEDIHAN

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”

“Hai, Jack.” Tanpa senyum.

“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah.”

“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong.”

“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini.”

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.

Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

“Halo Jack,
Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan  berkenan
mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.

Berhati-hatilah.

Bob”

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya
dimaafkan.

====<o>====

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati. – Penulis tanpa nama. (Posting dari seorang rekan yang tak mau disebut namanya.)

Oleh: iyok736 | Februari 3, 2009

Winner Vs Looser

Some Comparations…

The Winner says,”It may be difficult but it is possible”
The Loser says ,”It may be possible but it is too difficult”

When a Winner make a mistake, he says ,”I was wrong”
When a Loser make a mistake, he says ,”It wasn’t my fault”

The Winner is always part of the answer
The Loser is always part of the problem

Winner chooses what they say
Loser say what they chooses

The Winner sees an answer for every problem
The Loser sees a problem for every answer

Winner sees the gain
Loser sees the pain

The Winner says ,”Let me do it for you”
The Loser says ,”That’s not my job”

Winners believe in win win
Loser believe win for them and someone has to lose

A winner makes commitments
A Loser makes promises

Winner sees the potential
Loser sees the past

Winner makes it happen
Loser wait it happen

A winner creates vision
A Loser creates imagination

A winner says “I am doing it”
A Loser says “I’ll do it”

So guys…which are you ?

Oleh: iyok736 | Februari 3, 2009

Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya  itu .

Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, “Sayangku, tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

=====<o>=====

Bisakah teman-teman mengambil hikmahnya??

Komentarnya, silakan…

Oleh: iyok736 | Desember 23, 2008

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Tanggal 22 Desember…hari ibu??

Gw ga setuju!!! Enak aja, bilang tanggal 22 Desember tuh hari ibu…

Trus mo diapain lagi tuh sisa 364 hari lainnya??

Gila aja, kan tiap orang  punya ibu, ngapain musti mensakralkan itu hari buat menghargai sosok ibu. Ga adil!!!

Harusnya dalam 365 x 24 jam tuh teteup dijadiin hari ortu, hari ibu, hari ayah

Pokoknya gw ga setuju!!

Apa kita sudah lupa ma lagu yang sering kita nyanyiin waktu SD??

Liriknya gini neh…

==

Kasih ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

==

Semoga ibu dan ayah kita senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah dan dilimpahi berkah-Nya…amiin…

Love you all pals…

(Jakarta, 22 Desember 2008)

Oleh: iyok736 | November 28, 2008

Plurking…plurking…

Gara-gara ngikutin tulisan di Chickenstrip, jadilah saia teracuni buat ngikut plurking.
Dan tau yang terjadi selanjutnya…benar-benar seperti candu…

Lebih heboh…

Lebih tertantang untuk aktif, jadi penasaran dengan Nirvana (hohoho…)

Ada yang pengin ikut nge-plurk??

Oleh: iyok736 | November 13, 2008

Keep Alert on the Road

f.m.i (for my intention)

This morning, I almost lose my left leg on the road

What the hell was goin on Yok? Were you lose your mind?? Keep alert then. You never know what will happen on the road… So, drive safely and carefully!!!

====

Sorry guys, It’s been a long time since the last day I left my teashop…
I’ve written some nasty write in my lovely NB. All I need is just some time to upload them in this teashop. So please don’t mind to come and visit us here…

Oki doki….see you when I see you then. Wanna go to campus nih (halah…)

Oleh: iyok736 | Agustus 27, 2008

Pending dulu neh

Maaf…pending for a while…

Really…really busy in ‘d office….

So damn traffic in my head, so damn tired, my body so damn not delicious

The first day of fasting, I have to go to campus for the first time….damn…what a damn…

Class begins at 18.00 and finish at 21.00, when do I have a time for praying?? For tarawih jama’ah??

(ditulis dalam kesendirian di kantor, lembur, kesepian, mbuh grammar-e bener or kagak)

Oleh: iyok736 | Agustus 5, 2008

From Mount Gede with Love (part 1)

Gunung-gunung itu masih tegak berdiri di sana

Menunggu dan menggoda kita untuk menikmati alamnya

Untuk mendakinya…untuk merasakan sensasinya…

karena gunung itu ada di situ, maka aku mendakinya…

25-27 Juli 2008 yang lalu, diadakan kegiatan pendakian umum (PU) oleh sebuah organisasi pecinta alam di kampus STAN, sebut saja STAPALA Djaia Perkasa Tiada Tara (ahahahaha…) Boleh dunk chauvimism dikit…

Peserta PU kemarin sebenarnya membludak, namun di-quota karena hanya diberi jatah 70 jiwa untuk mendaki. Ternyata setelah ditelusur, gunungnya penuh jek!!

Saia sebenernya daftar sebagai peserta karena sebenernya pingin ngobatin kangen naek gunung plus kemping di atas saja. Namun entah kenapa, status berubah dari peserta menjadi guide (buhsyet!!) Demi totalitas tugas yang diberikan pihak panitia, jadilah searching ke sono kemari nyari data gunung Gede jalur putri & cibodas yang mo dipake, plus mbaca ulang ilmu-ilmu first aid yang dulu (waktu masih muda neh) sempet dilahap habis (dilahap iya, dihapal kagak…hehe). Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori